FOSKKA Pertanyakan Keseriusan PT Saipem Rekrut Pekerja ke Disnaker

KARIMUN, BILIKberita.com – Forum Scaffolder Kabupaten Karimun (FOSKKA) Melaksanakan audiensi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian kabupaten karimun Jumat (28/2) kemarin.

Kedatangan pengurus Forum Scaffolder Kabupaten Karimun (FOSKKA) disambut baik oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Rufindi Alamsyah.

Asosiasi Scaffolder Karimun ini sebelumnya lebih dikenal dengan nama ASSKAR, kini ASSKAR telah berganti nama menjadi FOSKKA berdasarkan musyawarah anggota beberapa bulan lalu.

“Pada kesempatan ini kami berniat untuk silaturrahmi dengan pihak disnaker kabupaten karimun dan selain itu kami juga ingin memperkenalkan para pengurus FOSKKA yang baru terpilih kepada disnaker karimun agar kedepannya FOSKKA dan Disnaker Kabupaten Karimun dapat menjalin komunikasi yang baik,” ucap salah seorang perwakilan Foskka dalam Audiensi tersebut.

“Selain berniat untuk Silaturrahmi dan memperkenalkan diri kami juga ingin membahas beberapa hal yang dianggap penting, salah satunya terkait mekanisme perekrutan pekerja yang dilakukan oleh pihak PT.saipem Indonesia di kabupaten karimun tersebut,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu sedang hangat hangatnya kabar yang menjadi perbincangan di kalangan pekerja mengenai mekanisme perekrutan perusahaan asal Italy tersebut. Dimana Kabar yang beredar ialah bahwa ada oknum dilapangan dari pihak perusahaan tersebut yang melakukan perekrutan tanpa ada koordinasi yang jelas dengan pihak HRDnya.

“Kami berharap pada kesempatan ini hadir perwakilan dari pihak HRD PT.Saipem Indonesia Karimun Branch untuk memberikan klarifikasi mengenai berita tersebut agar tidak terjadi kekeliuran dalam menanggapi terhadap isu yang berkembang tersebut,” Ungkap Jumadi ketua Umum FOSKKA.

Hal ini ditanggapi Kepala Dinas Tenaga Kerja Rufindi dengan menghubungi pihak PT Saipem Indonesia Karimun branch untuk mengklarifikasi hal ini. Namun beberapa kali dihubungi belum berhasil tersambung kan.

Dalam Audiensi tersebut salah satu pengurus FOSKKA yang hadir menyampaikan Sebenarnya pihaknya juga bingung dengan pihak PT.Saipem Indonesia Karimun branch yang tak kunjung memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Kami sudah dihubungi via telpon dari juni 2019 untuk dijanjikan bergabung pada Desember 2019 tapi nyatanya hingga saat ini belum ada info dari pihak PT.Saipem yang bisa membuat kami lega,” ketusnya.

Dalam audensi itu pun Rufindi selaku kepala dinas tenaga kerja akan kembali mengusahakan menghubungi pihak PT.Saipem Indonesia Karimun branch agar dapat hadir dipertemuan yang akan datang supaya permasalahan-permasalahan ini segera terselesaikan.

Disnaker kabupaten karimun juga akan kembali menghubungi semua asosiasi Pekerja yang ada di Kabupaten Karimun agar dapat dipertemukan langsung dan mendengarkan langsung klarifikasi dari pihak PT.Saipem Indonesia Karimun Branch tentang masalah tersebut.

“Kami sangat menyayangkan tindakan dari PT.Saipem yang tidak mengindahkan panggilan dari disnaker karimun untuk hadir pagi ini bersama kita disini. Bukannya ini juga merupakan perintah Bapak Bupati Karimun melalui Disnaker Kabupaten Karimun Agar Pihak PT.Saipem hadir dan memberikan klarifikasi terkait masalah ini,” tegas Jumadi.

Para pekerja perancah (Scaffolder) yang tergabung dalam Forum Scaffolder Kabupaten Karimun ini berharap ada titik terang untuk masalah ini.Selain itu FOSKKA juga berharap agar lebih meprioritaskan penempatan tenaga kerja lokal, yang sebenarnya sudah dimulai dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah perusahaan pada beberapa kali peringatan HUT Kabupaten Karimun. Bahkan Bupati Karimun memastikan perekrutan tenaga kerja 70 persen diutamakan pekerja lokal.(Ady)

Related posts

Leave a Comment