Virus Corona, Ini Gejala yang muncul saat terinfeksi

BILIKberita.com – Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala yang muncul biasanya bergantung dari jenis virus dan seberapa serius infeksi yang terjadi.

Seperti yang dilansir di halaman hellosehat.com, Jika Anda mengalami infeksi pernapasan atas yang ringan hingga sedang, seperti flu biasa, gejala Anda terkena coronavirus adalah: Hidung berair, Sakit kepala, Batuk, Sakit tenggorokan, Demam dan Tidak enak badan secara keseluruhan.

Jenis coronavirus yang lain bisa menyebabkan gejala yang lebih serius. Infeksi ini dapat mengarah ke bronkitis dan pneumonia, yang menyebabkan gejala seperti:

Demam, yang akan cukup tinggi jika Anda mengidap pneumonia
Batuk berdahak, Napas pendek, Sakit dada ketika Anda bernapas atau batuk.

Beberapa infeksi yang lebih parah akibat coronavirus adalah yang umumnya lebih sering terjadi pada pengidap gangguan hati dan jantung, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan orang tua.

Apa saja penyakit yang disebabkan oleh virus ini?

Beberapa jenis coronavirus adalah penyebab penyakit yang lebih serius. Berbagai penyakit yang mungkin bisa disebabkan oleh coronavirus adalah sebagai berikut:

MERS

Sekitar 858 orang meninggal dunia karena MERS, yang pertama kali muncul pada 2012 di Arab Saudi dan di negara lain di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa.

Pada April 2014, orang Amerika pertama mendapat perawatan khusus di rumah sakit karena MERS di Indiana dan kasus lain dilaporkan juga terjadi di Florida. Keduanya diketahui baru kembali dari Arab Saudi.

Pada Mei 2015, kejadian luar biasa MERS terjadi di Korea, yang merupakan kejadian luar biasa terbesar di luar Arab.

Gejala MERS akibat coronavirus adalah demam, kesulitan bernapas, dan batuk. Penyakit menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang telah terinfeksi.

Namun, semua kasus MERS berkaitan dengan orang yang baru kembali dari perjalanan ke Semenanjung Arab. MERS berakibat fatal pada 30-40% pengidapnya.

SARS

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV. Ini biasanya disebut sebagai bentuk pneumonia yang mengancam jiwa.

Virus itu awalnya muncul di Provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan pada November 2002, hingga akhirnya tiba di Hong Kong.

SARS-CoV kemudian mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan menginfeksi orang di 37 negara.

Pada 2003, sebanyak 774 orang meninggal dunia karena kejadian luar biasa SARS. Pada tahun 2015, tidak ada laporan lebih lanjut tentang kasus SARS.

Gejala penyakit SARS berkembang dalam waktu seminggu dan diawali dengan demam. Sama seperti flu, gejala yang dirasakan orang dengan penyakit SARS akibat coronavirus adalah:

Batuk kering
Panas dingin
Diare
Sesak napas

Pneumonia, infeksi paru-paru parah, mungkin akan berkembang setelahnya. Pada tahap lanjut, SARS menyebabkan kegagalan pada paru-paru, hati, atau jantung.

Pneumonia akibat 2019-nCoV

Pada akhir Desember 2019, WHO mengumumkan kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui di daerah Wuhan City, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Pada 7 Januari, jenis baru, yaitu novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) diidentifikasi sebagai penyebab kasus tersebut.

Virus 2019-nCoV merupakan jenis baru coronavirus yang belum pernah teridentifikasi pada manusia sebelumnya.

Berdasarkan Journal of Medical Virology, kebanyakan orang yang terinfeksi nCoV-2019 terpapar daging hewan liar yang dijual di pasar ikan Huanan, yang menjual unggas, ular, kelelawar, dan hewan ternak lainnya.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa coronavirus yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019 adalah berasal dari ular.

Dikutip dari WebMD, baru-baru ini ada 300 kasus yang terjadi di Tiongkok dengan jumlah kematian yang meningkat. Seorang wisatawan diketahui telah membawa virus tersebut ke Amerika Serikat.

Pada 10 Januari 2020, WHO menerbitkan serangkaian panduan sementara untuk semua negara tentang cara mempersiapkan diri menghadapi virus ini.

Badan penanggulangan dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, menyebutkan bahwa kasus nCoV-2019 pertama kali diumumkan di Amerika Serikat pada 21 Januari 2020.

Informasi menghadapi coronavirus itu adalah bagaimana memantau orang yang terinfeksi, menguji sampel, merawat pasien, mengendalikan infeksi di pusat kesehatan, mempertahankan persediaan yang tepat, dan melakukan sosialisasi pada publik tentang virus baru ini. (**)

Sumber : hellosehat.com

Related posts

Leave a Comment