Dari Harapan Umat, Buya Syarifuddin El Makky Siap Bertarung di Pilkada Karimun 2020

BILIKberita.com, KARIMUN – Dikenal dengan nama Buya Syarifuddin El Makky, figur dari kalangan ulama ini tiba-tiba mencuat di masyarakat. Ia digaungkan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karimun 2020 ini. Namanya terus menjadi perbincangan masyarakat, pasalnya selain merupakan figur baru, Ia juga disebut maju sebagai kandidat dalam kancah politik ini melalui jalur perseorangan.

Sebagian masyarakat sempat merasa terkejut, bahkan ada yang merasa kagum, serta ada pula yang merasa pesismis akan figur ulama ini. Pasalnya untuk maju dalam Pilkada Karimun 2020 melalui jalur perseorangan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu beragam tanggapan pun mulai bermunculan di media sosial.

Sebagai bakal calon bupati dari jalur perseorangan, syarat yang harus dipenuhi oleh bakal calon yang ingin mendaftar pada Pilkada Karimun cukup membuat figur yang maju dari jalur Independen itu harus siap kerja keras dan dikenal masyarakat tentunya.

Seperti Syarat wajib yakni mengumpulkan pendukung sebanyak 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir. Dimana Untuk maju dalam pertarungan bupati dan wakil buoati di kabupaten karimun bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun jalur Perorangan harus mendapatkan setidaknya sekitar 17.000 lebih dukungan dari masyarakat. Sesuatu hal yang cukup berat.

Namun bagi Buya Syarifuddin El Makky, apa yang telah dilakukanya dengan maju menjad calon Bupati pada Pilkda 2020 ini bukanlah merupakan keinginan hatinya sendiri. Dukungan dari umat yang meminta untuk maju merupakan awal dari dirinya muncul dalam bursa politik di Kabupaten Karimun ini. Untuk itu syarat apapun akan mampu di hadapi jika bersama-sama dan karena Allah S.W.T semata.

Dalam wawancara singkat dengan Buya Syarifuddin El Makky kemarin, dikatanya majunya dirinya bukan berangkat dari dirinya sendiri, namun berangkat dari sambutan dari jamaah dan masyarakat.

“Ada jamaah datang meminta kesiapan saya, awalnya saya bilang jangan saya, karena ini bukan main-main. Namun saat itu saya bilang saya belum bisa jawab saat itu, karena saya harus meminta petunjuk seperti apa yang saya amalkan, dan alhamdulillah berselang seminggu petunjuknya bagus, mungkin ini rahasia Allah S.W.T,” ucap Buya Syarifuddin.

Dikatakannya lagi, majunya ia dalam kancah politik ini bukan tidak mungkin akan muncul pro dan kontra, namun dalam hal ini ia menegaskan kembali, keinginan maju dirinya bukan merupakan desakan dari nafsu dirinya. melainkan atas keinginan jamaah dan masyarakat. Bahkan ia membantah adanya setingan dirinya maju dalam Pilkada seperti yang tersebar saat ini. Apalagi jika disebut figur boneka.

“Sesungguhnya tidak benar, adanya selentingan yang menganggab dirinya maju atas setingan. Sama sekali tidak benar, sekali lagi saya maju atas dorongan dari jamaah dan masyarakat,” tegasnya lagi.

Pria yang tercata Pernah belajar di Ma’had Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliky Makkah Al Mukarramah ini juga mengaku dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu juga ada jamaah yang menginginkan dirinya maju. Namun saat itu menurutnya pandangan dan petunjuk yang didapatiinya tidak sebaik petunjuk saat menlakukan Istiqarah untuk mengikuti pertarungan di Pillkada Karimun 2020 ini.

Ia pun menyadari pertarungan politik bukan hal yang mudah, dan membutuhkan biaya yang luar biasa besarnya. Namun hal ini tidak menyurutkan langkahnya apalagi disebutnya suara para jamaah yang membawanya untuk maju dalam politik ini terus menderu.

“Memang biaya Politik itu besar, tapi Kita bukan orang ekonomi yang akan maju berhitung secara ekonomi, begitu juga orang politik yang akan berhitung dengan cara politik. Namun kita bukan orang politik dan ekonomi, jadi kita hitung berdasarkan basic kita saja, atas petunjuk Allah, S.W.T akan lancar-lancar saja,” paparnya.

Ia juga menyebutkan Kesiapan dirinya memimpin sebuah daerah atau masyarakat tentunya nanti jika diizinkan bukan dilakukan secara sendiri. Tidak ada satu manusia pun yang bisa memimpin secara Individu.

“Jika Allah S.W.T memilih saya, saya akan bersinergi, membangun daerah secara berjamaah. Yang pasti Secara mental dan pribadi, mental saya sudah saya mantapkan kalau gak terpilih kosekuensinya harus saya jalani. Paling penting itu mental dulu yang ditegaskan,” tambahnya.

Menurutnya untuk maju menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati ini, yang terpenting adalah niat ikhlas. Bahkan yang paling berat itu menjaga niat saat sudah menyatakan untuk maju.

“Niat ini yang penting dulu, jangan sampai niat yang sudah dibentuk ini berpaling kekiri atau kemana arahnya yang tak jelas. Basic kita begini saya harus tetap begini. Saya tidak mau Orang melihat saya dari basic agama, kemudian sekarang berpolitik seolah agama itu ditinggalkan. Sesungguhnya tidak seperti itu. Saya lebih bagus politik saya tinggalkan dari pada agama saya tinggalkan itu komitmen saya. insya Allah begitu. Adapun pro dan kontrak terkait majuanya itu hak orang yang menilai,” tegasnya.

Foto Bakal Calon Bupati Karimun, Buya Syarifuddin El Makky (Sebelah Kanan) dan Bakal calon Wakil BUpati Karimun, Mecky Dewancha (sebelah Kiri) pasangan ini maju melaui jalur perseorangan.(Foto bilikberita.com/ady)

“Yang penting saya jaga hati saya, jangan sampai saya berambisi harus menang. Menang kalah itu rahasia Allah. Kalau masyarakat menmdukung saya gak bisa menolak. tugas saya hanya sungguh-sungguh menjalankan amanah ini. bedasarkan prasangkaan baik orang yang memilih saya. Saya menyerahkan kepada umat, saya memaksakan diri untuk maju dan menang gak akan bisa. Saya hanya bisa mengiyakan keinginan masyarakat dan berusaha sebaik mungkin. Istilahnya kalau mereka sungguh-sungguh insya Allah saya siap. kalau mereka ragu-ragu atau melempen ya itu urusan resikonya,” tegasnya lagi. Kalau mereka ikhlas saya akan berusaha sangat ikhlas, kalau mereka sungguh-sungguh saya akan lebih sungguh-sungguh. saya ini siapalah. Namun inilah tugas kita, kita ingin merubah “mindset” di masyarakat. Kita tahu saat ini masyarakat awam lebih banyak jumlahnya dari mnasyarakat yang berpikir secara agama. Tugas kita ini untuk merubah “mindset” itu. Merubah bahwa politik itu tidak harus dengan berpikir uang, jangan sampai berpikir semua harus uang. Sekarang kita bisa lihat kita ngajarkan demikian dan saat ini masyarakat jadi seperti itu, setiap pesta demokrasi indentik dengan “Money Politics”, yang pada akhirnya akan mendidik masyarakat berjiwa pengemis kan begitu. Karena terbiasa minta-minta terus. Siapa yang salah kan begitu. Untuk itu kita ingin merubah itu semua. Kita ingin mendapatkan pemilih dengan ikhlas, sehingga pemimpin berjuang dengan ikhlas. kita juga tak ingin dipilih tanpa keikhlasan, kami kepingin bersama dengan orang-orang yang ikhlas, sedikit atau pun banyak yang penting kami bersama orang-orang yang ikhlas, insya Allah begitu,” celetuknya.

Ia pun menegaskan kembali apa yang diperjuangkan umat, apa yang dilakukanya tak akan terwujud tanpa izin Allah. Untuk itu ia mengingatkan kembali kalau Allah berkehendak jadi pasti jadi.

“Bahkan saya gak pernah mendoktrin orang harus kau pilih aku, tidak harus. Yang penitng kita jaga hati kita, dan mengajak kawan-kawan untuk iklhas dalam memilih nanti.

Selain itu, majunya dirinya dalam pertarungan Politik di Kabupaten Karimun ini dengan misi membangkitkan ekonomi umat, ekonomi Masyarakat. Dimana disebutnya kabupaten Karimun merupakan negeri yang kaya, kaya akan hasil alam, kaya akan segalanya . Namun apa yang terjadi, masyarakatnya masih banyak yang membutuhkan bantuan. Masih banyak masyarakat yang hidup dalam kata Miskin.

“Kita sangat kaya, coba lihat singapura itu negeri miskin tapi dia bisa jadi kaya. Sementara Kita semua punya, sumber daya alam banyak, kita kaya. Namun kenapa masyarakat kita masih ada yang miskin. apa yang salah. Mau bangun masjid saja harus bingun buat Proposal, mau buat acara harus bingung buat proposal, coba kalau masyarakat kita kaya, gak perlu bingung dengan dana masyarakat terbangun itu masjid mungkin lebih megah, Inilah tugas kita, meningkatkan ekonomi umat, kita ingin memakmurkan negeri, terutama Kabuapten Karimun. Makanya kita fokus dalam perbaikan ekonomi rakyat. Itu tujuan saya, begitu juga program lainnya tentunya ke arah pendidikan, kesehatan dan lainnya,” paparnya.

Untuk maju melalui jalur Perseorangan ini Buya Syarifuddin El Makky juga sudah menetapkan pasanganya yakni Mecky Dewancha S.IP, M.Si. pria muda yang sudah malang melintang di sejumlah organisasi daerah. Mecky yang kala itu juga bersama Buya pun menyatakan dirinya telah siap sepenuh hati dalam mendampingi Buya untuk maju dalam PILKADA Kabupaten Karimun 2020 ini.

Mecky menyatakan bahwa secara misi dirinya mengaku sama dengan Buya, yakni dalam membangkitkan ekonomi umat.

“Bangkitnya ekonomi umat, ekonomi masyarakat, akan memperbaiki semuanya. Ketika ekonomi masyarakat berjalan baik, tentu akan sejahterah, dan perjalan program lainnya akan berjalan baik juga,” papar Mecky.

Disebutkanya dari kacamatanya pria yang kini terpilih sebagai Bendahara Organisasi baru yakni Komando Pemberantasan Korupsi, keadaan ekonimi di Kabupaten Karimun jelas lesu.

“Semua merasakan kelesuan itu, inilah yang akan kita bangkitkan, bagaimana nantinya dengan melakukan terobosan-terobosan yang akan dijalankan bersama-sama. Untuk itu apa yang sudah dikatakan Buya, sejalan dengan keinginannya,” tandasnya.(ady)

Berikut Visi Misinya :

Pasangan Calon Bupati Karimun Periode 2020–2025
Bakal Calon Bupati Karimun Buya Syarifuddin El Makky
Bakal Calon Wakil Bupati Karimun – Mecky Dewancha

Visi :

“Terwujudnya system pemerintahan daerah yang jujur, adil, dan kemakmuran daerah yang bermartabat, religius, berdaulat, mandiri dibidang ekonomi, bersatu, rukun antarwarga tanpa memandang suku, agama, ras, latar belakang etnis dan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.”

Misi :

  1. Membangun perekonomian masyarakat disektor usaha kecil menengah kebawah agar terciptanya usaha produksi di masyarakat yang secara otomatis juga akan terbuka lapangan kerja untuk masyarakat.
  2. Pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
  3. Mengembangkan sumber daya manusia dengan membuat Balai Pelatihan Kabupaten Karimun.
  4. Membangun masyarakat yang cerdas, sehat, berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam kehidupan yang aman, rukun, damai, dan bermartabat serta terlindungi oleh jaminan sosial yang berkeadilan tanpa diskriminasi.
  5. Membangun keadilan dalam bidang hukum yang jujur, adil, tegas, tidak tebang pilih dan transparan demi mewujudkan persatuan antar masyarakat.
  6. Membangun lingkungan yang agamis, unik, kreatif, produktif dan bersih untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah agar roda perekonomian tetap berkelanjutan untuk generasi yang akan datang.

Sumber : team Buya Sarifuddin El Maky

Leave a Comment