Lanal Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 8 Miliar

Bilikberita.com, Karimun– Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil menggagalkan penyelundupan 52.579 ekor benih lobster ke Singapura, Jumat (6/12). Penangkapan dilakukan di Perairan Selat Poyong, Kecamatan Moro.

”Penangkapan di koordinat posisi 0°, 42’.192” U-103°, 41’.051” T di Selat Poyong, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun tadi siang (kemarin, red) pukul 12.00 WIB,’’ ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun,Letkol Laut (P) Mandri seperti dilansir www.batampos.co.id

Penangkapan ini berawal dari informasi intelijen dan kemudian dilakukan pengembangan.

”Dari penangkapan ini kita mengamankan dua orang tersangka. Yakni, Jamani, 37 dan Mustakim, 30,” kata Mandri.

Pada saat berhasil menghentikan speedboat tanpa nama, lanjut Danlanal, yang didalamnya hanya ada dua orang, yakni, Jamani dan Mustakim. Pada saat dilakukan pemeriksaan, diketahui terdapat 13 kotak putih yang disimpan di dalam fiber plastik warna kuning dan ditutup dengan kain terpal. Setelah fiber dan kotak putih dibuka ditemukan benih lobster dalam kemasan plastik bening.

’’Setelah dilakukan penghitungan jumlahnya mencapai 52.579 ekor yang terdiri dari dua jenis. Yakni, jenis baby lobster mutiara sebanyak 7.940 ekor dan jenis pasir sebanyak 44.639. Dan, yang paling mahal itu adalah jenis mutiara. Diperkirakan, dengan harga saat ini semua barang bukti tersebut bernilai sekitar Rp 8 miliar,’’ ungkap perwira melati dua ini.

Dikatakannya, puluhan ribu benih lobster ini awalnya dibawa menyeberang dari Jambi tujuan ke Tembilahan. Selanjutnya dikemas dan dibawa dari Tembilahan menuju ke Singapura. Namun, di tengah perjalanan berhasil ditangkap tanpa ada perlawanan.

Dia juga mengingatkan kepada para pelaku penye-lundupan benih lobster bahwa kalian dapat berlari, namun tidak bisa bersembunyi. Pihaknya akan terus menangkap pelaku penyelundupan benih lobster yang bisa menimbulkan kerugian negara cukup besar ini. (***)

Related posts

Leave a Comment